gong xi fa cay
–
Berikut ini adalah prosedur pencucian boiler secara kimiawi (Chemical
Cleaning) dan
secara mekanikal (Mechanical Cleaning). Direncanakan keseluruhan boiler
dicuci
dengan tahapan sebagai berikut;
1. Chemical Cleaning Tahap I
2. Mekanikal Cleaning
3. Chemical Cleaning Tahap II
I. BOILER KAPASITAS 20 T/JAM
A. CHEMICAL CLEANING TAHAP 1
Bahan Kimia yang dipakai
1. N-8940
Persentase bahan kimia N-8940 diperlukan : 10%.
Jumlah bahan kimia yang diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 2000 kg
2. NaOH (Flek)
(i) Untuk Scale Softening
Persentase bahan kimia NaOH diperlukan : 5%.
Jumlah bahan kimia diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 1000 kg.
(ii) For Neutralizing
Persentase bahan kimia NaOH diperlukan : 1%.
Jumlah bahan kimia diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 200 kg.
Boiler Berkapasitas : 20 m3/jam
20000 kg/jam
Bahan Kimia Persentase Jumlah Bahan Kimia
(kg)
N-8940 10 2000
Caustic Soda/Pelunakan 5 1000
Caustic Soda/netralisasi 1 200
Prosedur Pencucian Boiler Tahap I
1. Sirkulasi dengan larutan NaOH 5% selama 4 jam, untuk pelunakan kerak.
2. Sirkulasi dengan bahan kimia N-8940 konsentrasi 10% selama 18 jam.
3. Sirkulasi dengan larutan NaOH 1% selama 2 jam, untuk netralisasi.
B. MECHANICAL CLEANING
Pencucian bahan kimia secara mekanikal cleaning akan dilakukan di antara
Chemical
Cleaning Tahap I dan Tahap II untuk memaksimalkan pembersihan boiler, dan
juga
untuk mengupayakan pembersihan kerak/deposit yang masih tertinggal pada
pipa boiler.
C. CHEMICAL CLEANING TAHAP II
Bahan Kimia yang dipakai
1. N-8940
Persentase bahan kimia N-8940 diperlukan : 4%.
Jumlah bahan kimia yang diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 800 kg
2. NaOH (Flek)
For Neutralizing
Persentase bahan kimia NaOH diperlukan : 1%.
Jumlah bahan kimia diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 200 kg.
Boiler Berkapasitas : 20 m3/jam
20000 kg/jam
Bahan Kimia Persentase Jumlah Bahan Kimia
(kg)
N-8940 4 800
Caustic Soda/netralisasi 1 200
Prosedur Pencucian Boiler secara Kimiawi Tahap II
1. Sirkulasi dengan bahan kimia N-8940 konsentrasi 4% selama 18 jam.
2. Sirkulasi dengan larutan NaOH 1% selama 2 jam, untuk netralisasi.
II. BOILER KAPASITAS 25 TON/JAM
A. CHEMICAL CLEANING TAHAP 1
Bahan Kimia yang dipakai
1. N-8940
Persentase bahan kimia N-8940 diperlukan : 10%.
Jumlah bahan kimia yang diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 2500 kg
2. NaOH (Flek)
(i) Untuk Scale Softening
Persentase bahan kimia NaOH diperlukan : 5%.
Jumlah bahan kimia diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 1250 kg.
(ii) For Neutralizing
Persentase bahan kimia NaOH diperlukan : 1%.
Jumlah bahan kimia diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 250 kg.
Boiler Berkapasitas : 25 m3/jam
25000 kg/jam
Bahan Kimia Persentase Jumlah Bahan Kimia
(kg)
N-8940 10 2500
Caustic Soda/Pelunakan 5 1250
Caustic Soda/netralisasi 1 250
Prosedur Pencucian Boiler Tahap I
1. Sirkulasi dengan larutan NaOH 5% selama 4 jam, untuk pelunakan kerak.
2. Sirkulasi dengan bahan kimia N-8940 konsentrasi 10% selama 18 jam.
3. Sirkulasi dengan larutan NaOH 1% selama 2 jam, untuk netralisasi.
B. MECHANICAL CLEANING
Pencucian bahan kimia secara mekanikal cleaning akan dilakukan di antara
Chemical
Cleaning Tahap I dan Tahap II untuk memaksimalkan pembersihan boiler, dan
juga
untuk mengupayakan pembersihan kerak/deposit yang masih tertinggal pada
pipa boiler.
C. CHEMICAL CLEANING TAHAP II
Bahan Kimia yang dipakai
1. N-8940
Persentase bahan kimia N-8940 diperlukan : 4%.
Jumlah bahan kimia yang diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 1000 kg
2. NaOH (Flek)
For Neutralizing
Persentase bahan kimia NaOH diperlukan : 1%.
Jumlah bahan kimia diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 250 kg.
Boiler Berkapasitas : 25 m3/jam
25000 kg/jam
Bahan Kimia Persentase Jumlah Bahan Kimia
(kg)
N-8940 4 1000
Caustic Soda/netralisasi 1 250
Boiler Berkapasitas : 25 m3/jam
25000 kg/jam
Bahan Kimia Persentase Jumlah Bahan Kimia
(kg)
N-8940 4 1000
Caustic Soda/netralisasi 1 250
III. BOILER KAPASITAS 35 TON/JAM
A. CHEMICAL CLEANING TAHAP 1
Bahan Kimia yang dipakai
1. N-8940
Persentase bahan kimia N-8940 diperlukan : 8%.
Jumlah bahan kimia yang diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 2800 kg
2. NaOH (Flek)
(i) Untuk Scale Softening
Persentase bahan kimia NaOH diperlukan : 5%.
Jumlah bahan kimia diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 1750 kg.
(ii) For Neutralizing
Persentase bahan kimia NaOH diperlukan : 1%.
Jumlah bahan kimia diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 350 kg.
Boiler Berkapasitas : 35 m3/jam
35000 kg/jam
Bahan Kimia Persentase Jumlah Bahan Kimia
(kg)
N-8940 8 2800
Caustic Soda/Pelunakan 5 1750
Caustic Soda/netralisasi 1 350
Prosedur Pencucian Boiler Tahap I
1. Sirkulasi dengan larutan NaOH 5% selama 4 jam, untuk pelunakan kerak.
2. Sirkulasi dengan bahan kimia N-8940 konsentrasi 8% selama 18 jam.
3. Sirkulasi dengan larutan NaOH 1% selama 2 jam, untuk netralisasi.
B. MECHANICAL CLEANING
Pencucian bahan kimia secara mekanikal cleaning akan dilakukan di antara
Chemical
Cleaning Tahap I dan Tahap II untuk memaksimalkan pembersihan boiler, dan
juga
untuk mengupayakan pembersihan kerak/deposit yang masih tertinggal pada
pipa boiler.
C. CHEMICAL CLEANING TAHAP II
Bahan Kimia yang dipakai
1. N-8940
B. MECHANICAL CLEANING
Pencucian bahan kimia secara mekanikal cleaning akan dilakukan di antara
Chemical
Cleaning Tahap I dan Tahap II untuk memaksimalkan pembersihan boiler, dan
juga
untuk mengupayakan pembersihan kerak/deposit yang masih tertinggal pada
pipa boiler.
C. CHEMICAL CLEANING TAHAP II
Bahan Kimia yang dipakai
1. N-8940
Persentase bahan kimia N-8940 diperlukan : 4%.
Jumlah bahan kimia yang diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 1400 kg
2. NaOH (Flek)
For Neutralizing
Persentase bahan kimia NaOH diperlukan : 1%.
Jumlah bahan kimia diperlukan sesuai dengan kapasitas boiler = 350 kg.
Boiler Berkapasitas : 35 m3/jam
35000 kg/jam
Bahan Kimia Persentase Jumlah Bahan Kimia
(kg)
N-8940 4 1400
Caustic Soda/netralisasi 1 350
Prosedur Pencucian Boiler secara Kimiawi Tahap II
1. Sirkulasi dengan bahan kimia N-8940 konsentrasi 4% selama 18 jam.
2. Sirkulasi dengan larutan NaOH 1% selama 2 jam, untuk netralisasi.
Ditulis dalam ngawur | Tinggalkan sebuah Komentar »
Not adipati karna and mahaguru drona
–
Ditulis dalam ngawur | Tinggalkan sebuah Komentar »
From mbanten wednesday odong odong
Ditulis dalam ngawur | Tinggalkan sebuah Komentar »
Pertanyaan :
- Pada body test beton ada skala 10–20–30–sampai 100 tadi Bpk telah jawab satuan nya adalah Rebound (gaya balik)
- Untuk melalukan test sebaiknya beberapa kali pada satu titik atau titik berubah tapi dalan satu bidang pak ?
- Katakanlah saya melakukan empat kali pada titik yang sama dan setelah saya rata rata nilainya (conto saja 42)
- Pada body test beton juga ada grafik, lalu mengaitkan antara grafik tersebut dgn nilai rata rata tadi 42 itu bagaimana?
- Apakah bisa ketemu dalam satuan kilogram atau ton per >>>>cm persegi atau per….mtr persegi.
- Pada buku petunjuk di hal :7.8.9.10 juga ada tabel yang mirip di body untuk hitung?
- Sebagai contoh saja,saya ada beton yang telah jadi,katakan lantai beton bangunan.bagaimana saya mengukur kekerasan beton tersebut ?lalu kaitan antara kekerasan beton dan daya topangnya dalam ton/mtr persegi ?apakah mungkin ?
Terima kasih kami tunggu …
Jawaban :- Pada body test beton ada skala 10–20–30–sampai 100 tadi Bpk telah jawab satuan nya adalah Rebound (gaya balik) ===> betul, Pak.
- Untuk melalukan test sebaiknya beberapa kali pada satu titik atau titik berubah tapi dalan satu bidang pak ? ===> satu bidang pada 8 – 10 titik yang berbeda, antara titik pertama dengan berikutnya minimal berjarak 2 cm (manual hal. 5)
-
Katakanlah saya melakukan empat kali pada titik yang sama dan setelah saya rata rata nilainya (conto saja 42) ===> Angka 42 berarti Nilai Rebound adalah 42.
-
Pada body test beton juga ada grafik,lalu mengaitkan antara grafik tersebut dgn nilai rata rata tadi 42 itu bagaimana? apakah bisa ketemu dalam satuan kilogram atau ton per >>>>cm persegi atau per….mtr persegi. ===> Bila angka Rebound 42, berarti 32 N/mm persegi bila arah impack vertikal ke atas dan umur beton 14 – 56 (tabel pertama hal.7). Bisa berarti 38 N/mm persegi bila arah impack / pengujian horisontal.===> Konversi Newton/mm persegi ke Kilogram/cm persegi = dikalikan dengan angka 10,197162 (http://id.bestconverter.org/unitconverter_pressure.php)
-
Pada buku petunjuk di hal :7.8.9.10 juga ada tabel yang mirip di body untuk hitung? ===> halaman 7 gunakan tabel gambar 2.5 (type N) saja, jangan 2.6 (type L) untuk umur beton 14 – 56 hari untuk mendapatkan nilai kekerasan beton dalam satuan N/mm2 ===> halaman 8, tabel untuk mendapatkan nilai beton dalam kg/cm persegi ===> halaman 9, untuk mendapatkan nilai beton dalam psi = pound per inchi kuadrat ===> halaman 10, kurva konversi untuk standart sement di Japan
-
Sebagai contoh saja,saya ada beton yang telah jadi,katakan lantai beton bangunan.bagaimana saya mengukur kekerasan beton tersebut ?lalu kaitan antara kekerasan beton dan daya topangnya dalam ton/mtr persegi ?apakah mungkin ? Terima kasih kami tunggu berita ===> Bapak impack saja beton tersebut, 8 – 10 kali di titik-titik yang berbeda, kemudian di rata-rata nilai rebound-nya, kemudian gunakan tabel 8 untuk mendapat kg/cm persegi, kemudian kalikan dengan angka 10 untuk mendapat nilai dalam ton/meter persegi.
Tanya lagi :
Dengan senang sekali saya membaca keterangan dari Bapak yang amat lengkap sekali.
Kesimpulan saya karena kita berada di Indonesia pada umumnya kan kita tidak pakai satuan PSI.
Berarti saya hanya pakai pedoman tabel di halaman 8 saja.
Nah disini grafik tabel yang tersedia hanya punya nilai maksimal :55 Rebound.
Apa yang harus saya lakukan pak ?
Apakah hal seperti ini mungkin terjadi ? Pada tabel grafik disebelah kanan ada tulisan : 45-60- sampai 80 dan tulisan dispersion (kg/cm kwadrat) ini tidak dipergunakan ?
Jawaban :
Betul Pak, di Indonesia lebih sering digunakan tabel 8 saja.
Angka rebound 61 terjadi hanya bila untuk mengukur kekerasan baja / logam,untuk beton angka tersebut jarang terjadi,
kecuali di balik lapisan beton ada logam / besinya. Kemudian angka dispersion digunakan sebagai koreksi / ralat / galat, Pak.
Misal angka rebound vertikal ke bawah adalah 35
maka nilai kekerasan beton tersebut = (400 ± 70) kg/cm² , empat ratus plus minus tujuh puluh kilogram per centimeter persegi. Demikian Pak, bila ada yang kurang, silahkan kirim email lagi atau menggunakan kolom komen di bawah ini
Ditulis dalam ngawur | 5 Komentar »
Tahun Baru. Penginapan murah 200 ribu cuma pantai agak kotor.
Ditulis dalam ngawur | 1 Komentar »
udano seng deres nyambello seng pedes ….!
Ditulis dalam ngawur | 1 Komentar »
cuma mensyukuri literasi. paman tyo malang
Ditulis dalam ngawur | 3 Komentar »
… tertulis gratis di depan, tapi ada oknum penjaga yang duduk di pintu keluar menghamba belas kasihan ….
Ditulis dalam ngawur | 2 Komentar »
From: 李群 <calisum@amittari.com>
Date: 2012/1/7
Subject: Coating thickness gauges supplier
To: bahtiar@gmail.com
How are you? Hope everything goes well with you.
We are a Chinese company: Guangzhou Amittari Instruments Co., Ltd. which specialized in offer coating thickness gauge,ultrasonic thickness gauge, hardness tester, surface roughness tester ,vibration meter. Which super quality, competitive price.
If you would like to know more about the measurement instruments, welcome to contact us by reply this email, also you can visit our website:
http://www.amittari.com/
Your prompt reply will be great appreciated, thanks a lot. Have a nice day.
Best Regards
Amittari Instruments
Address: Room 306B2,No.42 Huannan Dong Street, Huanhua Rd., Liwan District,Guangzhou,P.R. CHINA 510375
Email: calisum@amittari.com
Telephone: +86-20-020-81622513
Fax: +86-20-81407409
Ditulis dalam ngawur | 1 Komentar »
Krl kranji jatinegara was about 1 hour
Ditulis dalam ngawur | Tinggalkan sebuah Komentar »
ya?
Ditulis dalam ngawur | Tinggalkan sebuah Komentar »
Ditulis dalam ngawur | 1 Komentar »
Ditulis dalam ngawur | 1 Komentar »


































