Pulang glidik, disambut anak mbarep . . . .

Lintang : Pak, ajarin Lintang menghafal Doa Qunut ?

Bapakne : Hah . . . . :(

Anak mbarep menyodorkan lembar kertas dari sekolah yg berisi tulisan doa tsb.

Bapak : wah, Bapak sejak kecil tdk diajari Doa Qunut

Lintang : kok bisa ?

Bapak : iya, Mbah Kakung, Mbah Putri dan sekolah Bapak waktu kecil tidak mengajari Qunut kalau Shubuh. Lagi pula kalau mau hafalan, Bapak harus nyari tulisan Arabnya.

Lintang : emang kenapa ?

Bapak : iya, Bapak gak bs menghafal doa arab bila menggunakan huruf alfabet

Lintang : brarti Bapak bukan orang Indonesia, donk

Bapak : orang mana ?

Lintang : orang ARAB . . .

Bapak : @#$%&?€¥£βμ℃℉§※¿ . .

#balada bapak sekolah Muhammadiyah, anak sekolah Nahdliyin . . .

View on Path


ada gerombolan warga tidak mau direlokasi, mereka bilangnya “tdk mau digusur” . . .

mereka lebih percaya tawaran : digeser atau diapung dari paslon – paslon baru

sekarang tempat nya tergenang air kiriman dari wilayah lain

yg disalahkan tetep ahok . . . :(

View on Path


atas pengawasan hakim :

warga biasa, petani, buruh, pedagang, murid, santri, mahasiswa, aparat pemerintah, pejabat, prajurit, guru, dosen, pendeta, anggota DPR, dan siapapun di muka bumi ini boleh dicecar beribu pertanyaan di pengadilan

adakah pasal yg meng-istimewa-kan utk ulama . . . ?

View on Path