OR AR PPR


TANYA 1 :

sebagai owner, kami menerima lamaran pekerja ber-SIB OR versi BAPETEN saja, sedang pekerja OR kami sebelumnya SIB-nya diterbitan oleh BAPETEN dan BATAN.

Apakah sekarang cukup BAPETEN saja ? bila iya, mohon ditunjukkan link / url / artikel yang menjelaskan ketetapan tersebut. Atau sang pelamar lupa mengurus SIB versi BATAN ?

TANYA 2 :

Contoh SIB, antara lain:
1. SIB OR Mr. X, yang memiliki 1 Card bolak balik, dari BATAN dan BAPETEN : periode Januari 2010
2. SIB OR Mr. Y, yang memiliki 2 Card terpisah, dari BATAN dan BAPETEN : periode November 2010

Adapun Mr. Z apakah diperiode Maret 2010 Card SIB hanya satu atau dua?

Jika hanya ada satu card saja yang dikeluarkan, maka tolong di perkuat dengan surat yang menyatakan periode dari kapan hanya dikeluarkan satu card saja.

JAWAB 1 :

Kartu dari BATAN yg Bapak maksud bukan SIB OR AR PPR tetapi merupakan suatu bentuk sertifikat keahlian. SIB OR AR PPR hanya dikeluarkan oleh BAPETEN. Sesuai dengan Pasal 16 dari Perka No.15/2008, salah satu persyaratan untuk memperoleh SIB petugas keahlian tertentu (termasuk OR AR PPR) adalah memiliki sertifikat keahlian. Artinya personil yg telah memiliki SIB OR AR PPR dari BAPETEN, pasti telah memiliki kartu sertifikat keahlian sbg OR AR PPR dari BATAN, tetapi tdk berlaku sebaliknya. (Perka tsb dpt didownload dr www.bapeten.go.id )

JAWAB 2 :

Menanggapi masalah SIB Tergantung perusahaan tersebut perlunya apa. Mengenai SIB, SIB BATAN merupakan SIB Sertifikasi personil yg berarti orang yang mempunyai SIB BATAN orang yang bersangkutan lulus ujian sertifikasi. Sedangkan SIB BAPETEN adalah SIB keahlian yg legal untuk bekerja menggunakan teknik radiografi. BAPETEN merupakan lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan Surat Ijin Bekerja serta melakukan pengawasan. Untuk melakukan perijinan pekerjaan Radiografi harus mempunyai SIB BAPETEN di Indonesia khususnya. SIB BAPETEN akan dikeluarkan oleh BAPETEN apabila seseorang telah lulus pelatihan di PUSDIKLAT-BATAN dan lulus sertifikasi di PASJMN-BATAN. Sehingga untuk mendapatkan SIB BAPETEN seseorang harus mempunyai Sertifikat pelatihan Pusdiklat-BATAN dan Sertifikaat Sertifikasi/ SIB PSJMN-BATAN. Jadi seseorang yang mempunyai

SIB BAPETEN otomatis mempunyai SIB PSJMN-BATAN. Perlu diketahu bahwa untuk persyaratan perijinan hanya menggunakan SIB BAPETEN, lebih jelasnya baca : Undang-Undang No. 10 TH 1997 PERKA BAPETEN No. 15 TH 2008
Untuk acuan sertifika personil SNI ISO 9712 2008

JAWAB 3 :

Dengan ini kami beritahukan bahwa berdasarkan amanat Pasal 19 Undang-undang No. 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, BAPETEN mengeluarkan Ketetapan berupa Surat Izin bekerja sebagai petugas keahlian di dalam instalasi yang memanfaatkan sumber radiasi pengion. Sedangkan BATAN dalam hal ini PSMN (Pusat Jaminan Mutu Nuklir) adalah sebuah lembaga sertifikasi personil untuk petugas keahlian yang bekerja di dalam instalasi yang memanfaatkan sumber radiasi pengion. Jadi untuk jelasnya, BAPETEN menerbitkan surat izin dan BATAN menerbitkan sertifikat. Dan berdasarkan Pasal 16 Peraturan Kepala BAPETEN No. 15 Tahun 2008 tentang Persyaratan untuk Memperoleh Surat Izin Bekerja bagi Petugas Tertentu di Instalasi yang Memanfaatkan Sumber Radiasi Pengion, disebutkan bahwa sertifikat yang dikeluarkan lembaga sertifikasi yang sesuai merupakan salah satu persyaratan untuk diterbitkannya suatu surat izin dari BAPETEN. Selanjutnya apabila perusahaan/fasilitas Saudara menggunakan peralatan yang menggunakan sumber radiasi pengion maka petugas keahliannya atau operatornya wajib memiliki izin. donwload Regulasi tentang Ketenaga nukliran dapat ke link: http://www.bapeten.go.id/new_sjdih/index.php?modul=doc&menu=view&opt=detail&ff=1&dok_id=1&lid=&do=views&fid=6

JAWAB 4 :

Terimakasih telah menanyakan hal ini kepada saya. Saya menjawab berdasarkan aturan yang berlaku. Adapun aturan yang ada di BAPETEN untuk mengatur SIB adalah "Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 15 Tahun 2008 tentang Persyaratan untuk Memperoleh Surat Izin Bekerja bagi Petugas Tertentu di Instalasi yang Memanfaatkan Sumber Radiasi Pengion".
Ruang lingkup peraturan tersebut adalah mengatur tentang tatacara memperoleh SIB bagi petugas tertentu yang bekerja di instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion. Siapa petugas tertentu tersesbut ada di Pasal 2 ayat (2), petugas tertentu itu adalah:
1. Petugas Proteksi Radiasi; dan
2. Petugas Keahlian
Petugas keahlian yang diatur dalam Perka ini diantaranya adalah petugas keahlian untuk kegiatan radiografi industri yang meliputi Ahli Radiografi (AR) dan Operator Radiografi (OR).
Nah dalam Pasal 16, persyaratan memperoleh SIB untuk petugas keahlian (dalam hal ini OR AR) adalah:
1. Harus mengikuti dan lulus pelatihan keahlian yang diselenggarakan oleh lembaga pelatihan (bisa BATAN atau lembaga pelatihan lain) dan
2. Memiliki sertifikat keahlian yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi (biasanya dalam bentuk kartu, bisa dikeluarkan oleh BATAN atau lembaga lain) .
Proses selanjutnya adalah penerbitan SIB dengan mengajukan permohonan secara tertulis kepada Kepala BAPETEN dan selanjutnya BAPETEN akan menerbitkan SIB petugas keahlian melalui pengesahan pada sertifikat keahlian tersebut. Tatacara permohonan dan penerbitan SIB dapat dilihat dalam Pasal 19.
Dari Praktek di lapangan yang saya ketahui, biasanya BATAN secara kolektif mengajukan permohonan penerbitan SIB kepada BAPETEN sesuai dengan peserta yang lulus ujian, Sehingga peserta mungkin tidak mengetahui proses ini karena peserta biasanya mendapat kartu OR AR dari BATAN yang di kartu tsb sudah ada pengesahan dari BAPETEN (sedangkan disisi lain adalah sertifikat OR AR).
Tentang masa berlaku SIBnya, disesuaikan dengan masa berlaku sertifikat keahlian tersebut (pengaturannya ada di Pasal 20).
Perlu juga disampaikan, Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 15 Tahun 2008 yang saya sebutkan pada email sebelumnya, dapat di download di web BAPETEN yaitu bapeten.go.id dan mohon di klik "peraturan ketenaganukliran" disana dapat ditemukan Peraturan Kepala BAPETEN yang dimaksud.

JAWAB 5 :

Untuk mendapatkan SIB OR AR PPR, seseorang harus kursus dahulu di Pusdiklat BATAN(mendapatkan sertifikat pernah mengikuti kursus). Setelah kursus (dgn bekal sertifikat kursus), kemudian mengikuti ujian sertifikasi kompetensi di PSJMN-BATAN. Nah setelah itu BATAN menerbitkan sertifikat kompetensi OR AR PPR (biasanya berbentuk kartu). BATAN biasanya sekaligus menguruskan SIB ke BAPETEN sebagai satu paket layanan uji kompetensi. Kemudian BAPETEN malakukan validasi dengan menerbitkan SIB OR AR PPR yang biasanya dicetak di sebalik kartu pernyataan kompetensi yang telah diterbitkan sebelumnya oleh BATAN. Dengan rangkaian proses demikian, sebenarnya yang menerbitkan SIB OR AR PPR adalah BAPETEN. Adapun BATAN bertindak sebagai lembaga yang mensertifikasi kompetensi personil bersangkutan. Nah untuk mengurus perpanjangan, biasanya perlu mengikuti pelatihan penyegaran, dan proses2 selanjutnya hampir mirip dgn yang pertama.

JAWAB 6 :

Terkait dengan SIB, dasarnya adalah Perka Bapeten Nomor 15 Tahun 2008 (terlampir), khususnya pasal 8 dan pasal 16, dimana utk memperoleh SIB harus mengikuti dan lulus pelatihan keahlian dari lembaga pelatihan dan memiliki sertifkat keahlian dari lembaga sertifikasi. Di Indonesia, utk uji tak rusak, Bapeten menunjuk Pusdiklat BATAN sebagai lembaga pelatihan dan PSJMN BATAN sebagai lembaga sertifikasi. Oleh karena itu, pemegang SIB Bapeten harus juga memiliki sertifikat keahlian + sertifikat lulus pelatihan. Bila SIB-nya akan habis, maka dia tidak perlu ikut pelatihan lagi di Pusdiklat BATAN namun harus mengikuti ujian ulang (resertifikasi) di PSJMN, kemudian setelah lulus resertifikasi, maka dia boleh memperpanjang SIB-nya. Dgn kata lain, bila dia punya SIB Bapeten namun tdk punya atau tdk bs menunjukkan sertifikat keahlian, boleh jadi SIB-nya palsu. Anda juga bisa mengkonfirmasi kepada Bapeten atau PSJMN BATAN terhadap keaslian SIB atau sertifikat keahlian seseorang.

JAWAB 7 :

Dengan hormat,
Terima kasih atas pertanyaan sekaligus informasi terkait dengan SIB salah satu OR. . Skema yang ada / berlaku saat ini di tempat kami adalah sebagai berikut:
1. Calon pekerja radiasi harus telah dinyatakan lulus program pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidangnya, yang diselenggarakan oleh lembaga – lembaga pendidikan dan pelatihan yang terakreditasi oleh KAN atau mendapatkan penunjukan dari Bapeten untuk program tertentu, misalnya Pusdiklat Batan, Poltekes Semarang, STTN Batan atau beberapa tempat pelatihan lainnya;
2. Calon pekerja radiasi yang dinyatakan lulus, khusus untuk AR dan OR harus mengikuti dan dinyatakan lulus ujian yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi personil uji tak rusak yang telah terakreditasi oleh KAN untuk ruang lingkup profesi terkait, biasanya diselenggarakan oleh PSJMN Batan; sertifikat yang diterima oleh pekerja tersebut, baru sebatas sertifikat keahlian;
3. Untuk dapat bekerja sebagai OR, maka pekerja yang bersangkutan, harus melakukan validasi sertifikat keahlian personilnya (yang diterbitkan oleh PSJMN Batan, misalnya) ke Bapeten, dengan kata lain Bapeten tidak lagi melakukan pengujian, melainkan hanya memvalidasi, dan berdasarkan itu, menerbitkan SIB OR untuk pekerja radiasi yang bersangkutan. Dengan demikian, kalau sudah ada SIB OR dari Bapeten dapat dipastikan yang bersangkutan sudah dapat sertifikat keahlian personil dari Batan.
4. Kalau masih kurang puas atau untuk memverifikasi, Mas bisa tanya langsung sertifikat personil yang bersangkutan yang diterbitkan oleh Batan.

One thought on “OR AR PPR

  1. Setahu saya selama ini
    BAPETEN tidak pernah mengeluarkan sendiri SIB Operator Radiografi (OR),
    kalo sekarang istilahnya Radiografi Level I dan II. Level II (AR Ahli
    Radiografi). SIB OR dan AR kayaknya masih di-approve oleh 2 instansi yaitu
    BATAN (PSJMN) dari aspek tekniknya dan BAPETEN dari aspek validasi
    Keselamatan Radiasinya. Kalo SIB PPR memang jadi otoriotas penuh BAPETEN,
    BATAN (Pusdiklat) hanya memberikan pelatihan sebagai persiapan ujian di
    BAPETEN.
    Informasi yang lainnya saya tidak tahu apa benar ada SIB OR versi BAPETEN
    atau tidak. Kalo secaRA LOGIKA sih kayaknya nggak mungkin sebab namanya OR
    harus punya dua kompetensi selain teknis juga keselamatan, jadinya harus
    ada 2 penguji yaitu BATAN (PSJMN) dan BAPETEN.
    Informasi dai internet saya nggak tahu, coba saja kamu cari Perka
    (Peraturan Kepala BAPETEN) saya lupa nomornya tentang Keselamatan Radiasi
    di Bidang Radiografi (kalo nggak salah bgt bunyi perkanya).

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s