salut buat pns pegawai pajak samsat bsd tangerang


  1. baru masuk gerbang depan langsung diminta uang parkir (apa guna bayar pajak bila rakyat masih diporoti atas nama parkir)
  2. masuk gedung pelayanan stnk, tanya petugas jaga dekat pintu tentang syarat dan urutan bayar pajak kendaraan. dijawab dengan minta dan melihat stnk kemudian bilang : inikan masih lama, masih 20 hari lagi bayar pajaknya. saya jawab : waktu kosong saya hari ini. dijawab satpam : sana potokopi di belakang di dekat musholla ! tangannya menunjuk arah luar! (hebat yaa niat tertip bayar pajak, malah disuruh nanti – nanti)
  3. menuju bilik potokopi, di belakang kantor, dekat musola, saya berikan stnk dan bpkb. tukang potokopi tanya : katepenya mana, pak ? saya jawab : kan kata mentri ga boleh dipotokopi. dijawab tukang potokopi : itu menterinya salah, pak ! katepe tetep boleh dipotokopo, kecuali bagian ini nih … sambil menunjukkan tanda warna perak di bawah peta indonesia pada katepe saya. (hebat yaa : tukang potokopi bisa nyalah-nyalahkan menteri)
  4. lebar bpkb, stnk, katepe, dipotokopi 1 kali dalam 1 lembar have’es, dan dimasukan map merah, kemudian sudah pak, semua 4.000 ! saya kasih uang 5000, kembali 1000 tanpa bukti tanda terima ? (bandingkan bila anda masuk bank, katepe diminta, diperiksa, dan difotokopikan oleh petugas – gratis. itu map harga 500-san bisa disulap jadi 3000-an)
  5. masuk ke loket penerimaan berkas stnk, langsung ditolak diarahkan ke loket pengambilan formulir dulu (petunjuknya / alurnya ga jelas / tersembunyi)
  6. masuk ke loket penerimaan berkas stnk, kemudian diberi secarik bukti tanda terima (mung ditulisi nopol)
  7. masuk loket kasir, pegawai yang bertugas bilang : SATU JUTA SEMBILAN RATUS LIMA PULUH DELAPAN RIBU RUPIyAH ! saya bawa uang kas cukup, tapi saya tanya : bisa pakai debit ATM, pak ? dijawab pns tersebut : pakai CASH KERAS, pak – kalau kurang nanti bisa ke sini lagi … ! (walah-walah, apa guna teknologi ATM, kalau rakyat masih disuruh gotong-gotong uang kontan)
  8. abis bayar dapet stnk (keren abis)
  9. di luar, ambil kendaraan dari parkiran, petugas di lapangan menerima "salam tempel" dari pemilik kendaraan (nelongso "harga diri" di lumbung padi)
  10. saat di gerbang keluar, tiket parkir diminta oleh petugas ! (sempurna banget, rakyat dimintai parkir tanpa memiliki bukti pembayaran parkir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s